PERAN PEMUDA DALAM KEGIATAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA TIBUBENENG, KABUPATEN BADUNG, BALI
DOI:
https://doi.org/10.47608/jki.v13i12019.73-84Keywords:
Role, Youth, Tourism, Desa TibubenengAbstract
Pariwisatatidak hanya membawa dampak bagi destinasi wisata akan tetapi berupa pengaruh arus globalisasi bagi masysrakat setempat khususnya generasi muda. Akulturasi menyebabkan nilai-nilai tradisional mulai tergerus dengan adanya modernisasi. Hal tersebut terjadi di Desa Tibubeneng yang industri pariwisatanya sedang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemuda dan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pengembangan pariwisata di Tibubeneng.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Infoman pada penelitian ini berjumlah 35 orang yang merupakan anggota karang taruna Desa Tibubeneng. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91% yaitu 32 orang pemuda berperan secara langsung dan 9% yaitu 3 orang pemuda tidak berperan dalam pengembangan pariwisata di Desa Tibubeneng. Pemuda menggambil peran sebagai subyek yang aktif turun langsung dalam kegiatan dan menerima manfaat langsung. Pemuda berperan dalam kegiatan pariwisata antara lain kegiatan keagamaan, pertunjukan seni dan event. Faktor utama yang memperngaruhi pemuda untuk beperan dalam berbagi kegiatan adalah adanya kesempatan dari desa.
Downloads
References
Ernawati, N.M. (2010). Tingkat Kesiapan Desa Tihingan-Klungkung, Bali Sebagai Tempat Wisata Berbasis Masyarakat. Denpasar: Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.
Hadiwijoyo, Suryo Sakti. 2012. Perencanaan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konsep). Yogyakarta : Graha Ilmu.
Haryani, Sri. 2016. Peran Pemuda Dalam Mengelola Kawasan Ekowisata dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat Desa. Jurnal Ketahanan Nasional
Hiryanto, dkk. (2015). Pengembangan Model Pelatihan Kepemimpinan Bagi Organisasi Kepemudaan Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses dari http://journal.uny.ac.id/index.php/jpip/article/viewFile/8275/6909
Nurhidayati, Sri Endah. ( 2012). Pariwisata CBT di Kota Batu Malang. Disertasi tidak dipublikasikan. Universtas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2016
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.50 Tahun 2011 Tentang Pembangunan Pariwisata Nasional
Prabawati, Diah. (2018). Strategi Pengelolaan Homestay Dalam Menghadapi Persaingan Di Kawasan Pantai Berawa. Nusa Dua: Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali ISBN 978-602-51521-1-5, 147-156.
Sarwono, S.W. (2002). Psikologi Sosial: Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Soerjono, Soekanto. (2009). Peranan Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Suansri, Potjana. (2003). Community Based Tourism Handbook. Thailand :Rest Project
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta
Sumardjo dan Saharudin. (2003). Metode-metode Partisipatif dalam Pengembangan Masyarakat. Bogor :IPB press
Suyanto, Michelle R. P. (2011). Kualitas Peran dan Kapasitas Keterlibatan Masyarakat Sebagai Faktor Pendukung Keberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Kepariwisataan (Studi Kasus Desa Wisata Kebonagung, Kabupaten Bantul, DIY), Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.









